Artikel
Aceh Lumbung Listrik
Bila semua rencana pembangunan pembangkit listrik baik dengan tenaga air, panas bumi, gas sertabatu bara terealisasi pelaksanaannya, diperkirakan pada tahun 2009 Aceh akan menjadi lumbung listrik.“Kalau semua rencana pembangunan pembangkit terealisasi pada tahun 2009, listrik cukup di Aceh dan menjadilumbung,” ujar Ali Herman Ibrahim usai berbuka bersama dengan karyawan PLN Wilayah NAD, Rabu (27/9) di Mushala Raudhatul Jannah, Lueng Bata, Banda Aceh.Sehingga, kata Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat yang didampingi General Manajer PT.PLN (Pesero) Wilayah NAD, Syarifuddin Ibrahim ini, industri-industri akan start di provinsi paling ujung pulau Sumatera.Dikatakan, program jangka panjang PT. PLN di Aceh seperti akan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)dengan bahan bakar batu bara dengan daya dua kali 55 Mega Watt (MW) di Meulaboh, Aceh Barat. PLTU inimerupakan akselerasi yang termasuk dalam 10.000 MW yang diprogram pusat untuk tidak tergantung dengan BBM.“Juga kita (PT. PLN) ada kerjasama dengan swasta yang menawarkan pembangkit listrik di Lhokseumawe sebesar duakali 15 MW yang akan ditingkatkan menjadi dua kali 25 MW yang paling bagus,” ujar Ali lagi.Langkah lain yang ditempuh PLN, adalah menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Takengon, Aceh Tengah dengan daya 80 MW. Selain itu, ada juga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Seulawah, Aceh Besar. Pembangkit tenaga listrik panas bumi Seulawah itu studinya sudah intensif.
Mudah-mudahan dalam waktu tiga tahunsudah ke depan listriknya, ada produksinya. “Itu harus kita kejar kalau tidak tantangannya akan banyak,” cetus Ali. Menyangkut pembangkit listrik panas bumi Seulawah, studinya dilaksanakan dengan bantuan grand Australia yang telahditandatangani MoU-nya. Pemerintah Australia memberikan semacam grand untuk premary study dan akan ditingkatkanlagi untuk engineering desainnya. “Pendanaan boleh dari mana saja, tapi Australia sudah menjanjikan paket bantuan dalam rangka rehabilitasi Aceh pascabencana tsunami, kira-kira sebesar AS $ 500 juta,’’ ungkapnya. Sedangkan batu bara di Meulaboh yang saat ini telah dikembangkan Media Group. Mudah-mudahan segera berproduksikarena ada kaitan dan terintegrasi dengan pembangunan PLTU PT. PLN yang dibangun di daerah itu sebesar dua kali 55 MW. Menyangkut dengan rencana PT. PLN (Persero) yang akan membeli gas dari cadangan Blok A di Julok, Aceh Timur, Alimengatakan pihaknya sudah melakukan kontak by phone dengan pihak Medco. Namun pihak Medco mengatakan,memprioritaskan gas tersebut untuk pupuk. “Dikatakan sudah ada indikasi gas di sana, tapi pengembangan gas itu hanya diberikan kepada Medco, dengan syaratMedco harus memprioritaskan untuk pupuk.Oke, untuk pupuk kan tidak semuanya. Saya katakan PLN juga perlu di sana,” ujar Ali.Menurutnya, itu sangat mendukung sekali, kalau untuk listrik itu bisa memenuhi kebutuhan listrik Aceh. “Dalam waktu2009 itu bisa sampai 200 sampai 300 MW kalau dia berikan sebesar kita minta,” demikian Ali. Akhir 2006 cukup http://www.nad.go.id. Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat, Ali Herman Ibrahim, mengatakan, pasokan aruslistrik untuk pantai timur, Aceh Tamiang, Lhokseumawe sampai Banda Aceh sampai akhir tahun 2006 masih berimbang.“Untuk pantai timur dari Langsa sampai Banda Aceh, itu boleh dikatakan sampai akhir tahun 2006 ini dapat berimbang,artinya tidak kurang listrik kita,” ujar Ali Herman Ibrahim, Rabu (27/9) di Banda Aceh.Usai acara buka bersama dengan karyawan PT. PLN Wilayah NAD, di Mushala Raudhatul Jannah, KompleksPerumahan PT. PLN (Pesero) Lueng Bata, Ali mengatakan, daya mampu pembangkit listrik yang ada di Banda Aceh itusendiri sebesar 90 MW.Dengan beban puncaknya sebesar 45 Megawatt (MW) untuk Banda Aceh saja. Sedangkan untuk Langsa,Lhokseumawe sampai Sigli itu disuplai dari pembangkit yang ada di Belawan, Sumatera Utara, sebesar 120 MW.“Jadi listrik untuk Aceh itu Alhamdulillah kelistrikannya bagus, cukup untuk pantai timur,” cetus Ali kepada wartawan yangdidampingi General Manajer PT. PLN (Pesero) Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, Syarifuddin Ibrahim.Sementara untuk pantai barat, katanya, itu isolatif. Artinya punya pembangkitan sendiri dan tidak menyatu dengan pantaitimur. “Begitu juga untuk Subulussalam sementara ini masih cukup,” aku Ali lagi.Namun kalau tanpa bantuan arus listrik dari pembangkit yang ada di Belawan, Sumatera Utara, Direktur Pembangkitandan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat ini mengatakan, Aceh akan mengalami kekurangan daya sebesar 100 MW.“Kalau tanpa bantuan dari Sumatera Utara, kapasitas pembangkit PLN yang ada di Aceh akan kekurangan kira-kira 100MW,” cetusnya. Sehingga akan terjadi pemadaman arus listrik mulai dari Langsa sampai ke Lhokseumawe. (Waspada Online)
Complete Story!
Bila semua rencana pembangunan pembangkit listrik baik dengan tenaga air, panas bumi, gas sertabatu bara terealisasi pelaksanaannya, diperkirakan pada tahun 2009 Aceh akan menjadi lumbung listrik.“Kalau semua rencana pembangunan pembangkit terealisasi pada tahun 2009, listrik cukup di Aceh dan menjadilumbung,” ujar Ali Herman Ibrahim usai berbuka bersama dengan karyawan PLN Wilayah NAD, Rabu (27/9) di Mushala Raudhatul Jannah, Lueng Bata, Banda Aceh.Sehingga, kata Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat yang didampingi General Manajer PT.PLN (Pesero) Wilayah NAD, Syarifuddin Ibrahim ini, industri-industri akan start di provinsi paling ujung pulau Sumatera.Dikatakan, program jangka panjang PT. PLN di Aceh seperti akan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)dengan bahan bakar batu bara dengan daya dua kali 55 Mega Watt (MW) di Meulaboh, Aceh Barat. PLTU inimerupakan akselerasi yang termasuk dalam 10.000 MW yang diprogram pusat untuk tidak tergantung dengan BBM.“Juga kita (PT. PLN) ada kerjasama dengan swasta yang menawarkan pembangkit listrik di Lhokseumawe sebesar duakali 15 MW yang akan ditingkatkan menjadi dua kali 25 MW yang paling bagus,” ujar Ali lagi.Langkah lain yang ditempuh PLN, adalah menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan, Takengon, Aceh Tengah dengan daya 80 MW. Selain itu, ada juga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Seulawah, Aceh Besar. Pembangkit tenaga listrik panas bumi Seulawah itu studinya sudah intensif.
Mudah-mudahan dalam waktu tiga tahunsudah ke depan listriknya, ada produksinya. “Itu harus kita kejar kalau tidak tantangannya akan banyak,” cetus Ali. Menyangkut pembangkit listrik panas bumi Seulawah, studinya dilaksanakan dengan bantuan grand Australia yang telahditandatangani MoU-nya. Pemerintah Australia memberikan semacam grand untuk premary study dan akan ditingkatkanlagi untuk engineering desainnya. “Pendanaan boleh dari mana saja, tapi Australia sudah menjanjikan paket bantuan dalam rangka rehabilitasi Aceh pascabencana tsunami, kira-kira sebesar AS $ 500 juta,’’ ungkapnya. Sedangkan batu bara di Meulaboh yang saat ini telah dikembangkan Media Group. Mudah-mudahan segera berproduksikarena ada kaitan dan terintegrasi dengan pembangunan PLTU PT. PLN yang dibangun di daerah itu sebesar dua kali 55 MW. Menyangkut dengan rencana PT. PLN (Persero) yang akan membeli gas dari cadangan Blok A di Julok, Aceh Timur, Alimengatakan pihaknya sudah melakukan kontak by phone dengan pihak Medco. Namun pihak Medco mengatakan,memprioritaskan gas tersebut untuk pupuk. “Dikatakan sudah ada indikasi gas di sana, tapi pengembangan gas itu hanya diberikan kepada Medco, dengan syaratMedco harus memprioritaskan untuk pupuk.Oke, untuk pupuk kan tidak semuanya. Saya katakan PLN juga perlu di sana,” ujar Ali.Menurutnya, itu sangat mendukung sekali, kalau untuk listrik itu bisa memenuhi kebutuhan listrik Aceh. “Dalam waktu2009 itu bisa sampai 200 sampai 300 MW kalau dia berikan sebesar kita minta,” demikian Ali. Akhir 2006 cukup http://www.nad.go.id. Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat, Ali Herman Ibrahim, mengatakan, pasokan aruslistrik untuk pantai timur, Aceh Tamiang, Lhokseumawe sampai Banda Aceh sampai akhir tahun 2006 masih berimbang.“Untuk pantai timur dari Langsa sampai Banda Aceh, itu boleh dikatakan sampai akhir tahun 2006 ini dapat berimbang,artinya tidak kurang listrik kita,” ujar Ali Herman Ibrahim, Rabu (27/9) di Banda Aceh.Usai acara buka bersama dengan karyawan PT. PLN Wilayah NAD, di Mushala Raudhatul Jannah, KompleksPerumahan PT. PLN (Pesero) Lueng Bata, Ali mengatakan, daya mampu pembangkit listrik yang ada di Banda Aceh itusendiri sebesar 90 MW.Dengan beban puncaknya sebesar 45 Megawatt (MW) untuk Banda Aceh saja. Sedangkan untuk Langsa,Lhokseumawe sampai Sigli itu disuplai dari pembangkit yang ada di Belawan, Sumatera Utara, sebesar 120 MW.“Jadi listrik untuk Aceh itu Alhamdulillah kelistrikannya bagus, cukup untuk pantai timur,” cetus Ali kepada wartawan yangdidampingi General Manajer PT. PLN (Pesero) Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, Syarifuddin Ibrahim.Sementara untuk pantai barat, katanya, itu isolatif. Artinya punya pembangkitan sendiri dan tidak menyatu dengan pantaitimur. “Begitu juga untuk Subulussalam sementara ini masih cukup,” aku Ali lagi.Namun kalau tanpa bantuan arus listrik dari pembangkit yang ada di Belawan, Sumatera Utara, Direktur Pembangkitandan Energi Primer PT. PLN (Pesero) Pusat ini mengatakan, Aceh akan mengalami kekurangan daya sebesar 100 MW.“Kalau tanpa bantuan dari Sumatera Utara, kapasitas pembangkit PLN yang ada di Aceh akan kekurangan kira-kira 100MW,” cetusnya. Sehingga akan terjadi pemadaman arus listrik mulai dari Langsa sampai ke Lhokseumawe. (Waspada Online)
Complete Story!
Langganan:
Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar