Energi Alternatif

PEMBANGUNAN PLTMH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI MENGATASI KRISIS LISTRIK DIPEDESAAN
PLTMH Kampung Melong Desa Jambelaer Kabupaten Subang menjadi pilihan pembangunan proyek percontohan karena letak lokasi tidak jauh dari Jakarta sehingga sangat ideal bagi peneliti-peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Energi dan Ketenagalistrikan (P3TEK) sebagai tempat dan sarana belajar. Selain itu PLTMH tersebut dapat digunakan oleh Badan Diklat ESDM dalam hal ini Pusat Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Ketenagalistrikan sebagai sarana pelatihan bagi pengelola dan operator PLTMH, oleh karena PLTMH tersebut dengan jaringan/grid PLN hanya berjarak kurang dari 100 m sehingga sangat baik untuk percontohan kehandalan sistem PLTMH dengan grid PLN.

Berkaitan dengan Pembangunan pembangkit listrik skala kecil telah diatur dalam Kepmen ESDM No. 1122 K/30/MEM/2002 tanggal 12 Juni 2002 tentang Pedoman Pengusahaan Pembangkit Tenaga Listrik Skala Kecil. Seperti sudah kita ketahui kegiatan pembangunan Mikro Hidro dalam penyediaan listrik di pedesaan dan daerah terpencil serta tertinggal telah memainkan peranan yang penting selama dua dekade terakhir dari segi penguasaan teknologi cukup memuaskan, tetapi tingkat keberhasilan dari segi pengoperasion selama ini kurang begitu menggembirakan karena faktor sosial, ekonomi dan budaya serta faktor non teknis lainnya. Tingkat keberhasilan ini dapat ditingkatkan dengan pola peningkatan pola komitmen kerjasama seumur hidup dari pemrakarsa terhadap pemberdayaan masyarakat yang berdiam disekitar proyek PLTMH.

Dalam perkembangan selanjutnya, PLTMH Melong ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dasar bagi PLTMH lain untuk sistem interkoneksi dengan grid maupun isolated. Sistem control dan sistem proteksi yang handal serta pengoperasian yang mudah merupakan tolak ukur utama sebagai pilot project dan tempat belajar. Sistem kontrol Vario yang ada pada PLTMH Melong ini, dapat diaplikasikan untuk pembangkit baru ataupun pembangkit lama yang masih operasi maupun yang perlu direnovasi dan dapat pula dioperasikan secara isolated (beban local) atau interkoneksi dengan grid bahkan dapat dioperasikan secara bersamaan, dimana sebagian daya dapat disuplai ke beban lokal dan sebagian lagi ke grid. PLTMH ini memanfaatkan potensi tenaga air di Bangunan Terjun Curug Agung – 4 (BCA-4) yang terletak di Kampung Melong. Dengan menggunakan debit sebesar 2 x 1235 liter/detik dan net head sebesar 6 meter dapat dibangkitkan daya listrik sebesar 100 kW. Daya ini dibangkitkan melalui 2 buah turbin Cross Flow (masing-masing
dengan kapasitas 50 kW daya elektrik) yang dikopel secara mekanik menggerakan 1 unit generator dengan kapasitas 140 kVA. Penggunaan air sebesar 2470 liter/detik (2 x 1235 liter/detik) ini cukup menjamin mengingat debit rata-rata yang mengalir pada BCA-4 ini berkisar 3500 liter/detik sehingga pemakaian air untuk PLTMH ini sama sekali tidak mengganggu fungsi bangunan yang sudah ada dan tidak mengurangi debit aliran air untuk keperluan irigasi sawah masyarakat Subang, karena air yang digunakan dikembalikan ke saluran utama irigasi.

Dalam upaya menjaga kelangsungan PLTMH ini, di tahun-tahun mendatang ia katakan bahwa P3TEK merencanakan
akan melengkapi fasilitas yang ada di PLTMH Melong dengan memasang beberapa alat, yaitu;
- Water level sensor yang berfungsi mendeteksi level air pada bak penenang.
- Temperature Monitoring berfungsi memonitor temperature pada bearing dan generator sehingga langkah pencegahan
kerusakan pada pembangkit akibat overheat (terlalu panas) dapat diambil secara cepat.
- Automatic Cleaning Rack yang berfungsi sebagai pembersih trash rack (saringan pipa pesat) yang bekerja secara otomatis.
- Flow Monitoring pada Intake yang berfungsi untuk memonitor debit air yang masuk ke dalam saluran hantar sehingga jika terjadi penurunan debit air dapat diketahui segera dan pengoperasian turbin dapat disesuaikan dengan debit yang ada.
- Motorized Pintu Air berfungsi mempermudah pengoperasian pintu air sehingga buka tutup air dapat dilakukan dari rumah pembangkit.
- Data Logger System berfungsi sebagai pencatat dan penyimpan data pembangkit dalam periode waktu yang lama.
- Remote Control Unit dan Remote Plan Monitoring berfungsi untuk memantau data dan mengoperasikan pembangkit tanpa harus mendatangi sampai lokasi, yaitu dengan melalui Media Computer. Dalam pengoperasian sehari-hari, PLTMH ini akan diserahkan kepada Koperasi Karyawan P3TEK dan Koperasi Unit Desa Jambelaer secara swakelola dengan PNBP P3TEK.(Osm)
(http://www.litbang.esdm.go.id)


Complete Story!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar